Skip to main content

Potensi Desa Jaten & Kepatihan Di Sektor Pertanian


Sekcam Selogiri, H. Toto Tri  Mulyarto, S.IP MM bersama petugas Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) dan relawan TIK yang tergabung dalam Tim Pemetaan Potensi Selogiri terus melakukan penjelajahan ke sejumlah tempat potensial di Kecamatan Selogiri. Pemetaan kali ini, Rabu (25/4/2018) dikonsentrasikan di 2 desa, yaitu Jaten dan Kepatihan.

Diawali dari Desa Jaten, Tim Pemetaan Potensi Selogiri sengaja menghadiri penilaian lomba petani teladan tingkat Provinsi jawa Tengah. Lokasi kegiatan berada di areal ladang cabai milik Suparman, warga Jomboran RT 002 RW 002. Berkat ketekunanya dalam mengelola tanaman hortikultura di lahan seluas ± 3,5 hektar, mampu mengantarkanya sebagai salah satu nominator lomba teladan tingkat Provinsi jawa Tengah. Keunggulan Desa Jaten di sektor pertanian tak hanya dibuktikan dari keberhasilan petaninya. Namun, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dasa Desa Jaten juga memiliki andil besar terhadap kemajuan Desa Jaten di sektor pertanian. Terbukti di hari sebelumnya, Gapoktan juga usai dikunjungi tim penilai lomba Gapoktan berprestasi Tingkat Provinsi jawa Tengah. Keberadaan KWT (Kelompok Wanita Tani), juga memberikan pengaruh besar terhadap pemberdayaan wanita dalam pengelolaan hasil pertanian, khususnya hortikultura. Ada beberapa produk unggulan yang dihasilkan KWT Desa Jaten, diantaranya kripik pare Brangkalan dan kripik pisang Pulosari.

Selain Desa Jaten, potensi pertanian hortikultura juga di miliki Desa Kepatihan. Budi daya tanaman terong ungu, misalnya. Di lahan seluas ± 2000 m², Dwi Sartono mencoba peruntungan dengan menanam 3000 batang tanaman terong ungu. Petani asli Desa Kepatihan yang sekaligus menjadi PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya) tersebut yakin bahwa selain padi dan melon yang ia tanam, budi daya terong ungu juga memiliki prospek yang bagus. Untuk itu, pria yang pernah mendapatkan juara 2 Petani Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 tersebut berkeinginan mengajak para petani untuk mengembangkan budi daya tanaman hortikultura seperti dirinya. Bukan hal yang mustahil jika potensi pertanian di Desa Kepatihan akan semakin meningkat. Pasalnya, di desa ini telah berhasil dibangun embung yang terletak di Beran RT 005 RW 003, Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri. Embung Pakis berjarak 6,8 km dari Kecamatan Selogiri dengan jarak tempuh ±15 menit.

Pengumuman

Statik Pengunjung

  • Hari Ini (16 Kunjungan)
  • Kemarin (27 Kunjungan)
  • Total (8455 Kunjungan)

Data Polling

Menurut pengunjung, apakah isi website ini bersifat informatif ?

  • Ya
  • Cukup
  • Tidak
  • Tidak Tahu